
JAKARTA, ftiperbanas.id – Dalam rangka memperingati Dies Natalis Perbanas Institute ke-57, Perbanas Institute kembali bersiap menggelar perhelatan akademis internasional bergengsi, The 4th Perbanas Conference on Economics, Business, Management, Accounting, and IT (PROFICIENT) 2026. Mengusung tema “Integrity-Driven Innovation: Reimagining Business, Finance, and Digital Transformation for Sustainable Development”, konferensi akbar ini akan dilaksanakan secara luring pada Selasa, 2 Juni 2026 di Perbanas Institute Jakarta. Acara berskala global ini dirancang khusus untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi guna merumuskan inovasi berintegritas di era transformasi digital.
Acara monumental ini dijadwalkan dibuka dengan sambutan utama dari Rektor Perbanas Institute, Prof. Dr. Hermanto Siregar, M.Ec. Keistimewaan konferensi tahun ini terletak pada kehadiran Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jend. TNI (Purn.) Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., yang akan bertindak sebagai pembicara kunci (keynote speaker). Selain itu, diskusi panel tingkat tinggi ini akan dipandu langsung oleh Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Perbanas Institute, Dr. Mardiana Purwaningsih, S.Kom., M.T., selaku moderator.
“Tema kegiatan ini dipilih karena kami menyadari bahwa di tengah pesatnya perubahan global, sinergi antara integritas, inovasi, dan transformasi digital akan menjadi faktor utama yang membentuk praktik keuangan yang lebih baik, mendorong evolusi digital, serta menjaga standar etika dalam dunia bisnis. Saat ini, kita dihadapkan pada berbagai tantangan global yang sangat kompleks, terutama perubahan iklim,” ujar Prof. Dr. Hermanto Siregar, M.Ec.
“Berbagai kesepakatan internasional yang bertujuan mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan mencapai target emisi nol bersih (net zero emission) menuntut hadirnya inovasi-inovasi terobosan. Inovasi tersebut pada akhirnya melahirkan model bisnis baru yang lebih stabil dan adaptif. Seiring dengan perkembangan tersebut, berbagai skema pembiayaan baru pun terus bermunculan dan berkembang,” lanjutnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, PROFICIENT 2026 menghadirkan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., Presiden ke-6 Republik Indonesia, sebagai keynote speaker. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi global dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, khususnya bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia.
“Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, perlu terus memperkuat kontribusinya dalam arena global. Namun, upaya tersebut hanya akan efektif apabila didukung oleh kolaborasi global yang adil dan setara. Prinsip ini tetap relevan hingga saat ini. Jika pembangunan berkelanjutan menjadi tujuan bersama yang ingin dicapai, maka kita harus memahami dan memperkuat fondasinya” ujar Susilo Bambang Yudhoyono.
Lebih lanjut, Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang harus berjalan secara selaras dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Ada tiga pilar utama yang harus bekerja secara sinergis, yakni kebijakan, praktik, dan finansial,” tambahnya

PROFICIENT 2026 juga menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan regulator, praktisi industri, dan akademisi internasional antara lain Anggito Abimanyu selaku Chairman of the Board of Commissioners Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Dian Ediana Rae selaku Chief Executive of Banking Supervision Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Y.B. Hariantono selaku Director of Operations & Information Technology PT Bank Mega Tbk, dan Prof. Veronica Almase selaku Director Polytechnic University of the Philippines (PUP). Diskusi panel dipandu oleh Dr. Mardiana Purwaningsih, M.Kom. sebagai moderator.
Selain menjadi forum pertukaran gagasan dan pengalaman, PROFICIENT 2026 juga mencatat antusiasme yang tinggi dari kalangan akademisi dan peneliti. Hal ini dapat dilihat dari terkumpulnya 140 makalah ilmiah (papers) melalui program call for papers yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian konferensi.
